Indonesia Merdeka: Kronologi Peristiwa Mencapai Kemerdekaan


Indonesia Merdeka: Kronologi Peristiwa Mencapai Kemerdekaan


Indonesia Merdeka!


Tepat pada hari ini, 17 Agustus 2012, 67 tahun lalu terjadi sebuah peristiwa penting yang merubah tatanan sejarah negeri ini. Pada hari tersebut, sekelompok pemuda yang diwakili Ir. Sukarno dan Muhammad Hatta memproklamirkan bangsanya untuk mencapai kemerdekaan. Dengan diproklamasikan kemerdekaan Indonesia, maka lepas sudah jeratan penjajahan yang dilakukan oleh sejak jaman kolonial. Merdeka!

Indonesia merdeka. Lantas, bagaimana kisah selanjutnya bangsa yang masih baru merdeka ini membangun negerinya? Eits, nanti dulu deh itu. Sekarang Mago ingin ceritakan kronologi peristiwa yang menentukan dalam upaya-upaya mencapai kemerdekaan Indonesia. Hmm, Mago Reader simak dengan baik ya.

Semangat Perjuangan Kemerdekaan

Sejak jaman penjajahan, Indonesia telah merencanakan kemerdekaannya. Hal itu ditandai dengan berbagai pemberontakan yang dilakukan berbagai golongan di berbagai daerah nusantara. Tapi aksi tersebut seringkali menemui kegagalan karena belum adanya kesatuan dari berbagai kaum yang memberontak.

Persiapan kemerdakaan Indonesia enggak hanya dimulai oleh suatu faktor tertentu. Sebenarnya dengan mulai munculnya pemuda-pemuda bangsa yang mulai cerdas dan terpelajar dan kaum-kaum yang mulai sadar akan keadaan kaumnya yang menderita karena dijajah. Pemikiran tersebut mulai memupuk semangat perjuangan kemerdekaan. Mulai muncul deh organisasi-organisasi dan partai yang didirikan oleh para pemuda seperti Budi Utomo, Serikat Islam, Nahdatul Ulama, PNI, PI dan lainnya, yang mengusahakan kemerdekaan Indonesia.

Belanda Menyerah Tanpa Syarat

As we know, sebagian besar penjajahan yang dirasakan bangsa ini dilakukan oleh Belanda. Pendudukan Belanda di nusantara dimulai sejak Cornelis de Houtman dan anak buahnya berlabuh di Banten pada bulan Juni 1596. Sejak itu,dimulailah kolonialisme di tanah nusantara. Kolonialisme Belanda di nusantara berakhir pada 8 Maret 1942 kala Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang dalam sebuah perjanjian di Kalijati, Subang. Berakhirlah penjajahan Belanda atas Indonesia. Hah? Sudah berakhir? Merdeka dong kita? Yaa belumlah, dengerin dulu ceritanya yaa.

Berakhirnya masa penjajahan Belanda, bukan berarti kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Setelah menyerahnya Belanda, kedudukan mereka digantikan oleh Jepang. Pada awalnya, masyarakat Indonesia bersimpati dengan Jepang. Saat itu tuh, Jepang menyebut dirinya sebagai saudara tua bangsa Indonesia. Padahal itu modus banget tuh. Aslinya sih, Jepang ingin memperluas wilayahnya sekaligus mengeruk kekayaan Indonesia. Tambah panjang deh penderitaan yang dialami bangsa ini.

Runtuhnya Jepang

Pada masa itu, Jepang muncul sebagai kekuatan baru Asia, bahkan dunia. Keberhasilan menaklukan Rusia dalam peperangan menjadikan Jepang adalah bukti kekuatan militer Jepang pada saat itu. Hal ini juga yang menyebabkan Jepang mampu merebut daerah Indonesia dari tangan Belanda.

Tapi, pendudukan Jepang di Indonesia tidak berlangsung lama. Kekuatan militer yang makin tergerus oleh perang pasifik menghadapi sekutu membuat pendudukan Jepang di Indonesia melemah. Jika terus terdesak, Indonesia akan lepas dari jajahan Jepang. Hal ini disadari oleh Jepang. Perdana Menteri Koiso kemudian memberikan janji manis kemerdekaan kepada Indonesia pada 7 September 1944, dengan harapan Indonesia mendukung Jepang sebagai ucapan terima kasih. Modus banget!

Semangat revolusi mulai tercium di Jawa. Jepang khawatir dengan gerakan pemuda yang cenderung tidak dapat diramalkan tindakannya. Maka jepang membentuk BPUPKI pada Maret 1945 yang berisi golongan tua untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Jepang semakin terdesak di perang pasifik. Puncaknya terjadi saat Amerika Serikat mengebom kota Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945. BOOM! Jepang kalah perang!  Kekalahan Jepang mau tak mau mengharuskan Jepang melepas daerah jajahannya. Pada 15 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu dan terjadilah kekosongan kekuasaan di Indonesia.

Pemuda Bergerak

Mendengar menyerahnya Jepang seketika membuat pemuda Indonesia segera mempersiapkan kemerdekaan. Sutan Sjahrir bersama pemuda lainnya menginginkan suatu pernyataan kemerdekaan yang dramatis dan diluar kerangka yang dipersiapkan oleh Jepang. Namun, Sukarno, Hatta dan golongan tua lain masih ragu. Golongan tua khawatir akan terjadi konflik dengan pihak Jepang. Di sisi lain, kelompok pemuda terlihat ingin segera merdeka. Namun tak ada yang berani bergerak tanpa Sukarno dan Hatta.

Sukarni Kartodiwirjo
Keraguan Sukarno dan Hatta membuat golongan pemuda yang radikal gemas. Menurut mereka, kemerdekaan harus segera dilaksanakan. Maka dibawalah Sukarno dan Hatta oleh para pemuda antara lain Sukarni, Wikana dan pemuda lainnya ke Rengasdengklok, Karawang pada subuh 16 Agustus 1945. Di hari itu pula, Sukarno dan Hatta dipaksa menyatakan kemerdekaan yang tidak direncanakan oleh Jepang.

Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia
Pada malam harinya, Sukarno dan Hatta sudah berada di rumah Laksamana Maeda Tadashi, seorang Jepang yang pro terhadap Indonesia. Di rumah tersebut, disusunlah teks proklamasi oleh Sukarno dan pemuda Indonesia. Pemuda menginginkan suatu proklamasi yang berapi-api dengan bahasa yang dramatis, namun akhirnya disetujui suatu pernyataan tenang dan bersahaja yang disusun oleh Sukarno, semata agar tidak menyebabkan konflik dengan pihak Jepang.

Indonesia Merdeka!

Pelaksanaan Proklamasi
Esok harinya, Jum’at 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, Sukarno membacakan pernyataan kemerdekaan atas nama bangsa Indonesia dihadapan orang-orang yang relatif sedikit  di Jl. Pegangsaan Timur no. 56. Pendeklarasian proklamasi kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih dan berkumandangnya lagu ‘Indonesia Raya’. Republik Indonesia pun resmi lepas dari segala macam penjajahan dan membentuk negaranya sendiri. Merdeka!

Pengibaran bendera merah putih
****

Indonesia telah merdeka. Namun, perjuangan tentu tidak berakhir sampai disini. Di babak-babak selanjutnya Indonesia terus berjuang mempertahankan kemerdekaannya. Perjuangan Indonesia selanjutnya juga adalah untuk membangun negerinya. Mempersatukan seluruh nusantara dipangkuan ibu pertiwi. Tugas ini tidak lebih mudah dengan perjuangan melawan penjajah, namun tentu harus tetap diperjuangkan oleh segenap masyarakat Indonesia.

Perjuangan tersebut berlanjut hingga detik ini. Kita adalah pemuda Indonesia yang melanjutkan kemerdekaan. Tentu dengan tugas dan porsinya masing-masing. Perjuangan yang kita lakukan dalam merayakan hari kemerdekaan bukan hanya ucapan selamat merdeka atau hanya sekedar perayaan semata, melainkan tindakan nyata untuk terus membangun negeri ini hingga dapat merdeka seutuh-utuhnya. Bangunlah jiwanya, bangunlah raganya, pemuda! Dirgahayu Indonesia 17 Agustus 1945! Sekali merdeka tetap merdeka! Uyeaaah. :D (al)

Beranda
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...