Aku Mencintaimu Karena Allah


oleh: Gianti Dewi P (@giantidp on Twitter)



Aku terjaring formasi gravitasimu

Sudah melekat, sulit untukku beranjak

Lalu Tuhan berbisik padaku “ini bukan saatnya, beranjaklah!”

Aku bingung, gravitasimu membuatku nyaman, tapi Pemilikku yang sesungguhnya mengharuskanku pergi
pergi disaat gravitasimu menarikku dan gravitasiku merekatkan kita, tapi aku harus tahu diri, kupatuhi titah Pemilikku

Aku beranjak melangkah melepas diri dari medan magnet yang ada diantara kita

Aku tak mau melangkah terlalu cepat, takut hatimu tiba-tiba mengosong dan tak kuasa atas kesendirian

Aku tak mau melangkah terlalu lambat, membuatmu mudah mengejarku membawaku pulang ke atmosfer kehangatanmu yang kelak membekukan hatiku

Aku bingung dengan kecepatan langkahku untuk pergi. Ah. . . biar saja Tuhan yang mentenagai langkahku, agar alur langkah ini seiring dengan kesiapan hati kita. Ya begitu saja. . .

Aku melangkah bukan untuk pergi dan mati, wahai teman

Aku pergi untuk memberi waktu pada Tuhan sehingga Dia Yang Maha Cinta bisa memetamorfosiskanmu menjadi imam yang sempurna bagiku kelak

Aku pergi untuk memberi Tuhan waktu untuk menjadikan aku pribadi yang pantas bagi belahan jiwaku nanti

Tuhan bilang ini bukan saatnya bagi kita. Aku ikhlas pada apa yang ia lakukan pada kita

Aku ikhlas. .
terlepas engkau untukku atau bukan di masa kelak, biar kau bermetamorfosa jadi sempurna. Sungguh aku ikhlas, karena kita terpisah diantara Tuhan, biar Tuhan saja yang menceritakan cintaku padamu, meski kita terpisah. Sungguh aku ikhlas, aku ikhlas Tuhan.
Beranda
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...