Puisi: Sampai Akhirnya

Sampai Akhirnya
Oleh: Kurnia Meishinta D
 

Kali ini langit membentak
tujuh lapisan tanah menyambar
samudera terluas pun menyempit
gelembung demi gelembung yang sedang menari di udara
jatuh lumpuh

Aku memperhatikan dua cahaya yang sedang menghampiriku
di sekelilingnya hanya kegelapan
putiiiiiiih
penuh cahaya
silaunya menandingi matahari
aku berdiri membisu
waktu menyertaiku

Mengingat tentang waktu
membawaku kembali pada cuplikan demi cuplikan
semua sikapku
Oh Tuhan...
itukah Aku saat berjalan sesaat?
itukah Aku saat menjalani sandiwara?
kini Aku terbelenggu
mau tak mau
Aku harus menuju takdirmu
Harus!
detik terakhir
daun ke tujuh telah gugur

Namaku yang sering dipanggil orang - orang
meninggalkan cerita
Aku tahu sekarang
Aku sadar sekarang
ternyata..

Ini adalah saatnya Aku mandi
tetapi semua anggota tubuhku kaku
tak ada satu jari pun yang bergerak
bibir cerewetku melamun
mata terkecilku terpejam

Ini adalah saatnya Aku berpakaian
tetapi semua anggota tubuhku beraktivitas
dan yang terakhir
Aku menuju ke sebuah tempat
ditemani tujuh kembang
sampai akhirnya
tinggal Aku sendiri


image from: worldculturepictorial.com
Beranda
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...