Wawancara: Kemal Palevi, Bintang Tamu Bewara Unpad


Wawancara: Kemal Palevi, Bintang Tamu Bewara Unpad

Kak Kemal sering banget act-out di atas panggung
Beruntung banget acara Bewara Unpad dapat didatangi oleh seorang Kemal Palevi. Yap, komika komedi tunggal Indonesia ini hadir sebagai bintang tamu utama dalam acara edutainment yang berlangsung di UPI PGSD Purwakarta pada hari Sabtu 25 Mei 2013 lalu itu. Komika juara 3 kontes Stand-Up Comedy Kompas TV ini mampu menghibur peserta yang baru saja mengerjakan try out SBMPTN 2013 dengan bit-bit komedi yang dia bawakan.

Kemal Palevi, bintang tamu Bewara
Kedatangan komika papan atas Indonesia tentu enggak disia-siakan oleh Mago Magazine dong. Sebagai media partner Warta Unpad selaku penyelenggara, Mago dibolehin untuk bertanya-tanya kepada Kak Kemal Palevi seputar kehidupan sebagai komika dan pesan kepada peserta Bewara yang sedang mempersiapkan diri jelang SBMPTN. Mau tau apa aja yang Mago obrolin bareng komika yang jago act-out di panggung ini? Simak aja interview Mago bersama Kak Kemal Palevi di bawah ini ya!


Halo, Kak Kemal. Kami dari Mago Magazine, majalah dinding online SMAN 1 Purwakarta mau minta waktunya sebentar untuk interview.

Halo, Mago. Silakan.

Langsung aja Mago mau nanya tentang awal karier Kak Kemal. Gini kak, kenapa kakak memutuskan untuk menjadi seorang comedian? Kapan mulai memilih jalur karir sebagai seorang stand-up comedian?

Mulai sih udah lama, dari awal kuliah. Waktu itu ada senior kakak yang ikutan stand up comedy. Kakak nonton dia stand-up terus mulai ikut nyoba, akhirnya bisa jadi kayak sekarang.

Kak Kemal kan terkenal setelah menjadi juara 3 stand-up comedy kompas TV season 2, nah sebesar apa sih hal itu berpengaruh terhadap hidup Kak Kemal sekarang?

Berpengaruh banyak banget, sekarang bisa jadi penyiar radio yang siaran radio tiap hari. Terus nulis buku. Abis itu syuting film layar lebar yang sekarang tinggal tayang, terus main sinetron juga, dan selain itu tentu aja banyak job stand-up comedy juga.

Bagaimana sih Kak Kemal sebagai comic memunculkan dan memanfaatkan kelebihan yang Kak Kemal punya?

Kakak lebih memunculkan bit-bit komedi dari hal-hal yang absurd. Kakak menempatkan sebagai seorang pengamat yang mengamatinya tuh dari sudut pandang kakak sendiri dan menurut kakak hal itu tuh absurd gitu. Jadi mengamati yang terjadi aja apalagi Indonesia banyak yang absurd kayak Arya wiguna, Limbad yang gitu gitu jadinya klop gitu ngembangin nya.


Ngomongin Arya Wiguna dan hal absurd lainnya

Selain menjadi pengamat hal-hal absurd, kakak juga sering menggunakan teknik act-out kalau di panggung. Semua kelebihan itu tuh makin lama makin dipertebal lagi biar jadi pembeda dengan comic yang lain.

Untuk karier kedepannya nih kak, mau tetep jadi comic atau pindah ke yang lain?

Jadi comic sih pasti terus, kakak bakal terus manggung dan bikin special show dan tur, karena kayaknya cuma stand up comedy yang bakal sampe tua ngelucu tuh masih bisa. Jadi meski nanti banyak kerjaan kayak syuting segala macem, bukannya berhenti manggung cuma ditunda dulu aja.

Terus jadwal terdekat nih, bakal manggung di mana?

Kakak bakal tampil di Jakarta untuk mengakhiri tur di 21 kota kemarin. Jadi biar setelah selesai di Jakarta nanti bisa bikin materi baru lagi buat acara yang lain lagi.

Nah, sekarang kita pindah ke acara yang tadi, kesan tampil di bewara gimana menurut Kak Kemal?

Antusiasnya bagus banget, seperti kota-kota lain juga dan memang orangnya juga semua kota sama ramah dan kakak ngerasa stand up nya juga enjoy aja. Meskipun tadi karena ruangannya besar banget jadi kurang intim sama penonton, tapi setidaknya dengan jam terbang kakak yang banyak kakak jadi tau kalau ruangan segede ini kakak harus ngapain, misal mikrofonnya terlalu nyaring kakak harus ngapain, karena kan agak ke menggema ya tadi.

Melihat keadaan sekarang, stand-up comedy sudah berkembang di kota-kota kecil, termasuk di Purwakarta, menurut Kak Kemal stand up comedy itu bagus apa enggak untuk remaja?

Bagus banget. Malah kalau kakak sih lebih setuju kalau SMA menjadikan stand up comedy sebagai salah satu ekstrakulikuler. Karena standup comedy itu bagus buat melatih kita terampil ngomong di depan umum, nah kan itu bagus untuk bekal menjadi ketua osis supaya kita bisa ngomong di depan orang banyak. Selain itu, kita juga bisa mudah beradaptasi dengan lingkungan, karena di stand up comedy kepekaan dan sense of humor kita dilatih. Mana yang lucu, dan mana yang enggak, mana yang harus diomongin dan mana yang gak seharusnya diomongin juga dicermati. Kalau udah gitu, bergaul jadi lebih mudah.

Yang kedua, standup comedy itu bisa melatih kita belajar bahasa Indonesia. Karena ketika kamu menyusun bit-bit komedi, harus memerhatikan ejaan kata, artikulasi, diksi, dan pemilihan kosa kata yang bagus. Itu semua bisa melatih kita jago bahasa Indonesia.

Waah, semua itu cocok banget tuh buat pelajar SMA. Hmm, terus apa lagi kak yang kira-kira bisa didapetin dari menjadi seorang komika?

Iya, selain itu dengan menjadi stand-up comedian kita dilatih untuk banyak tahu dan banyak menghafal. Kita minimal harus baca 3 koran sehari untuk menggali informasi yang nantinya bakal dijadiin bit komedi. Setelah itu, komedi yang bakal dibikin ditulis, dikumpulin terus dihafalin untuk nanti dibawain saat tampil. Secara enggak langsung itu menambah wawasan dan melatih kita menulis kan.

Nah, enggak sampai disitu aja, ketika kamu tampil dan ternyata enggak lucu, itu resiko yang harus diambil. Kamu gak lucu mungkin karena kamu konsepnya salah, ngomong kecepetan, artikulasi berantakan, mata ke mana-mana sehingga penonton enggak fokus sama kamu. Itu semua harus diperbaiki dengan banyak-banyak evaluasi untuk menjadi seorang komika yang bagus.

Kalau dari segi negatifnya, ada gak kak?

Segi negatif? Apa ya? Mungkin anggapan selama ini ada yang bilang kalau stand-up comedy itu ngomongin yang jorok-jorok, kayak seks atau SARA gitu. Kalau di stand-up itu namanya blue materi. Sebenarnya gak ada yang salah dari blue materi, cuma harus diperhatikan di mana tempat tampilnya. Contohnya, kalau tampil di bar-bar gitu, blue materi cocok karena bakal lucu banget. Tapi kalau di acara kayak Bewara ini yang audiensnya remaja, ya gak boleh, pemahamannya belum matang dibanding orang dewasa.

Kak Kemal kuliah dimana sekarang?

Di IKJ, Institut Kesenian Jakarta

Kasih pesan buat adik-adik yang sekarang yang sekarang lagi mempersiapkan diri untuk berjuang mencapai cita-citanya dong kak...

Kalo menurut kakak, gak penting kamu kuliah di mana, sama siapa atau temen kamu banyak atau enggak di sana, itu gak penting. Menurut kakak yang paling penting itu ilmu apa yang kamu dapatkan dari kampus itu. Selama ini tuh orang-orang lebih ngebanggain perdikat kampusnya daripada ilmu apa yang udah didapetin. Padahal sebenarnya enggak penting kuliah di mana, negeri atau swasta, karena kalau cuma ngejar predikat kampusnya ya gak ada hasilnya. Menurut kakak, bakal lebih baik meskipun kuliah di universitas biasa aja, tapi kamu belajar sungguh-sungguh.

Yang enggak kalah penting, selalu kejar passion kamu. Jangan milih kuliah karena ikut-ikutan temen atau dipaksa orang tua. Kamu bakal lebih baik kalau belajar dan bekerja di bidang yang udah jadi minat kamu. Kalau belajar di suatu jurusan karena ikut-ikutan, percaya deh setelah lulus nanti kamu bakal bingung harus ngapain, karena selama ini kamu cuma ikut-ikutan. Kuliah itu jangan main-main deh menurut kakak.

Terakhir nih kalo ada undangan lagi ke Purwakarta, mau dateng gak kak?

Ya boleh kalau diundang lagi.

Oke deh kak. Makasih banyak untuk waktunya. Sukses terus ya, kak!

Amin. Mago juga ya!



***

Data Diri Narasumber



Nama Lengkap: Ahmad Kemal Palevi
Tanggal Lahir: 25 Agustus 1989
Prestasi: Juara 3 Stand-up Comedy Kompas TV
Twitter: @kemalpalevi
Fan base: @kemalicious

***

*Wawancara dilakukan oleh Albizia Akbar dan Dena Nurfalah, tim redaksi Mago Magazine
**Foto oleh Shelda Iswara dan Nadiya Adnani, fotografer Mago Magazine

Beranda
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...