Reportase: Kisah Hiking 2013

Reportase: Kisah Hiking 2013

Setelah 6 hari bergelut dengan Ujian Kenaikan Kelas, esok harinya warga Smansa langsung melakukan refreshing ke Desa Sumurugul Kec.Wanayasa, refreshing yang disebut Hiking ini merupakan program tahunan yang diadakan oleh OSIS-MPK SMAN 1 Purwakarta. Acara ini diikuti oleh kelas 10, 11 dan beberapa alumni.


Seluruh Siswa Berkumpul di Lapangan


Pada 11 Juni 2013 pukul 07.00 WIB seluruh peserta berkumpul di lapang sekolah, berbaris bersama anggota kelasnya. Mereka semua mengenakan baju kelas masing-masing  agar menjadi identitas dan ciri khas dari setiap kelas. Sebelum berangkat ke tempat tujuan, Bapak Ida selaku Pembina OSIS memberikan pengarahan dan Bapak Kamal memimpin do’a bersama. Setelah itu semua siswa keluar dari gedung sekolah. Di depan sekolah telah berjajar puluhan truk yang telah disewa oleh setiap kelas sebagai sarana transportasi menuju tempat hiking.


Bersiap-siap Pergi dengan Truk Kelasnya Masing-masing

Pukul 07.30 WIB truk yang mengangkut kelas 10.2 berangkat pertama, disusul oleh truk yang mengangkut kelas 10.9 dan seterusnya. Tapi ada kelas yang memiliki trouble dengan truk yang sudah disewanya, yaitu kelas 10.8, jadi mereka harus terpisah-pisah dan mencari tumpangan ke truk kelas lain. Kasihan ya, untungnya kelas lain baik-baik dan membolehkan siswa 10.8 bergabung. Semua siswa terlihat semangat dan antusisas mengikuti acara ini. Terlebih lagi bagi kelas 10 karena tahun ini merupakan acara hiking yang pertama, bagi kelas 11 hiking ini adalah hiking yang kedua kalinya, tapi mereka tetap terlihat antusisas sekali. Dalam perjalanan semua siswa menyanyikan lagu bersama-sama teman sekelasnya, mereka bergembira melepaskan penat selama ini. Perjalanan menuju tempat hiking memakan waktu sekitar 45 menit.


Start dari Alun-alun Wanayasa

Setelah sampai di lokasi, semua kelas berkumpul di alun-alun Wanayasa yang merupakan start hiking tersebut. Setelah siap, satu persatu kelas berangkat memulai hiking. Ada beberapa kelas yang mengikat semua anggota kelasnya dengan menggunakan tali rafia dan pita , mungkin tujuannya agar tidak ada anggota yang tertinggal. Cotohnya kelas 11 IPA 7 dan 10.8.




Pertama kita melewati perkampungan, lalu pemakaman, sawah dan sungai. Setelah beberapa puluh meter berjalan, kita sampai di pos 1, kita diberi pertanyaan dan salah satu anggota kelas ditempelkan tangannya dengan sebutir telur ayam. Panitia bilang telur itu jangan sampai pecah hingga kita tiba di pos 2. Setelah itu kita melewati sawah yang lumpurnya licin, kita juga harus melewati bebatuan besar sehingga tiap anggota kelas harus saling tolong menolong. 



Tantangan Pos 1


Di pos 2, kita diberi tantangan untuk membuat puisi. Di pos 3, kita diminta perwakilan kelas untuk menyusun puzzle sambil diwaktu selama 5 menit. Setelah itu kita turun lagi menelusuri hutan lagi. Di pos 4 ada permainan air. Di pos 5 sandi kotak. Dari start hingga finish terdapat 7 pos dimana pos 7 adalah finish yaitu Curug Cipurut. Di setiap pos setiap kelas diberi tantangan. Bagi kelas yang berhasil mengerjakan tantangan, kelas tersebut mendapat poin. Dan pada akhir acara kelas yang memilki poin terbanyak akan menjadi pemenang. 


Menyusun Puzzle di Pos 3
Trek sepanjang kurang lebih 7Km ini meliputi sawah-hutan-sungai berulang-ulang. Jalur hiking tahun ini lebih panjang dan melelahkan dibandingkan tahun kemarin. Kurangnya petunjuk jalan dan sedikitnya penyebaran panitia di sepanjang jalur hiking menyebabkan banyak peserta yang tersasar. Banyak kelas yang tidak melewati jalur yang sudah ditentukan. Kebanyakan dari mereka melewati jalan pintas, sehingga mereka hanya sampai pos 3 dan langsung ke curug. Bagi semua kelas, moment di sungai adalah moment yang menyenangkan, karena kita bisa membersihkan sepatu, pakaian, berfoto-foto dan ngadem.
 

Saling Mengulurkan Tangan Satu Sama Lain

Banyak sekali suka duka selama perjalanan. Di sini kekompakan kita dilatih, mental juga dilatih, ceria saat bernyanyi bersama teman-teman kelas, tertawa saat melihat kejadian lucu. Selain itu, banyak yang terluka banyak pula keluhan karena trek yang sangat panjang dan melelahkan. Banyak pula yang terjatuh, terpeleset dan terperosok karena tanah yang licin, medan yang terjal, tanjakan dan turunan yang curam dan kondisi cuaca yang sebelumnya diguyur hujan sehingga tidak ada siswa yang pakaiannya tidak kotor. 


Banyak sekali kejadian yang terjadi saat itu. Ada yang terjatuh dan terjatuh lagi. Ada yang membuang kaos kakinya karena penuh lumpur. Ada yang mengemil di tengah perjalanan. Ada yang makan di tengah sawah sambil beristirahat. Ada yang keseleo. Ada yang kram. Ada yang pingsan. Pokoknya ada-ada saja. Tentunya semua itu akan menjadi pengalaman yang berkesan.
Pukul 14.00 kebanyakan kelas telah sampai di Curug Cipurut, tapi masih ada  yang belum sampai. Setelah sampai di finish, tiap kelas menancapkan bendera kelasnya. Sebagian siswa bermain di sekitar curug, ada pula yang langsung istirahat di sekitar curug, di sana ada beberapa gubug penjual yang menjual aneka makanan.  Setiap kelas makan bersama dengan makanan yang mereka bawa, setelah itu mereka berganti pakaian karena pakaian mereka kotor oleh lumpur. Kelas yang pertama sampai ditempat tujuan adalah kelas 11 IPS 2. Dan yang terakhir sampai adalah kelas 10.8. Banyak sekali peserta yang sampai di tempat tujuan melebihi waktu isoma. Dikarenakan jalur yang terlalu panjang. Ditambah lagi cuaca yang kurang mendukung, gerimis. Selain itu, kurangnya fasilitas yang memadai seperti toilet dan musholla membuat para peserta kecewa dengan hiking yang diadakan tahun ini. Bahkan, ada kelas yang tidak sampai ke Curug karena sudah terlalu lelah dan sudah sore, lagi-lagi kelas 10.8. Sudah tidak mempunyai truk, sampai paling terakhir, tidak sampai pula ke tempat tujuan. Haduh, sedih ya. Karena sudah terlalu sore, akhirnya OSIS tidak jadi mengadakan acara game yang biasa diadakan. Selain itu karena kondisi para siswa yang sudah sangat kelelahan dan sudah badmood.

Pukul 16.30 WIB, ketika akan pulang dan berharap cepat-cepat sampai di rumah, ternyata kita harus berjalan lagi kurang lebih sepanjang 3Km untuk menuju ke jalan besar. Tempat dimana truk mereka sudah menunggu.
Alhamdulillah para peserta kembali ke Smansa pukul 18.00 WIB dengan selamat.

Walaupun sangat melelahkan, kegiatan hiking ini akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan untuk kita.

*Reportase disusun oleh Lia, tim redaksi Mago Magazine
**Foto oleh Nadiya Adnani, fotografer Mago Magazine

Beranda
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...