Wawancara: Ngobrol Bareng Ketua Panitia Buka Bersahabat Komunitas Band Indie Purwakarta

Wawancara: Ngobrol Bareng Ketua Panitia Buka Bersahabat Komunitas Band Indie Purwakarta




Halo, Mago Readers! :)
Mago berkesempatan untuk mewawancarai dua ketua panitia acara buka bersama komunitas band indie Purwakarta. Yuk, langsung saja Mago kupas hasil wawancara Mago bersama Kak Dony dan Kak Boip yang merupakan salah satu dari dua ketua panitia.


Kak Dony


Kak Boip

Mago : Halo, Kakak-Kakak. Kami dari Mago Magazine. Boleh berkenalan dulu? Dengan Kak siapa, ya?
Kak Dony : Halo juga, Mago. Nama saya Ahmad Subarja tapi panggil saja Dony.
Kak Boip : Panggil saja Boip.
Mago : Halo lagi, Kak Dony dan Kak Boip! Hehe. Pertanyaan pertama, apa sih tujuan dari penyelenggaraan acara ini?
Kak Dony : Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kekeluargaan para pecinta musik Melodic di Purwakarta, Mago.
Kak Boip : Dengan kata lain, acara ini diselenggarakan dalam rangka silaturahmi.
Mago : Bagus sekali. Lalu, siapa saja pengisi acara di buka bersama kali ini?
Kak Dony : Tentunya band-band beraliran Melodic di Purwakarta seperti Voice in Slow, Me and Bear, Flash Back Again, Celevoice, Edan Edun, dan ada juga Ustadz Anwar dari GP Ansor.
Kak Boip : Dan sebenarnya member komunitas Melodic ini banyak di Purwakarta. Tetapi, ada beberapa yang tidak bisa hadir bersama kita hari ini.
Mago : Banyak juga, ya, Kak. Kemudian, berapa budget yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan acara ini?
Kak Dony : Tidak terlalu banyak karena panitia dan individu yang hadir yang bersama-sama menyediakan.
Kak Boip : Kan ini acara dari kita untuk kita juga. Jadi masing-masing individu yang membiayai.
Mago : Lalu, apakah acara ini diselenggarakan setiap tahun, Kak?
Kak Dony : Baru pertama kali diselenggarakan.
Kak Boip : Tetapi, kami berharap ke depannya juga untuk konsisten diselenggarakan agar hubungan kekerabatan antar band lebih kuat.
Mago : Apa perbedaan yang mencolok dari musik indie dan aliran musik yang lainnya?
Kak Dony : Dalam hal lirik lagu, Melodic tidak memiliki terlalu banyak aturan.
Kak Boip: Juga, aliran musik mainstream membutuhkan label sementara musik indie mengutamakan idealisme.
Mago : Oh, begitu. Lalu, apa harapan untuk musik indie Purwakarta di masa mendatang?
Kak Dony : Untuk lebih didukung dan diperhatikan. Khususnya bagi Pemda Purwakarta, seperti perihal peng-ACC-an acara. Juga bagi para pecinta musik di Purwakarta. Juga supaya lebih maju agar dapat membangaakan Purwakarta. Ini kan sebuah acara yang positif. Daripada ber-negatif ria, lebih baik bergabung bersama kami disini. Hehe.
Kak Boip : Semoga lebih berkembang dan tidak kalah dengan para pemusik indie dari kota lain. Dan semoga kegiatan musik indie semacam ini menjadi lebih sering paling tidak satu bulan sekali ada.
Mago : Apakah Kakak-Kakak berharap untuk bisa masuk dapur rekaman dan label?
Kak Dony : Kalau dapur rekaman sih, pastinya. Tetapi, untuk label sih, tidak. Karena kami kan indie.
Kak Boip : Karena kalau kita masuk label kan, nantinya harus mengikuti keinginan pasar. Harus diperhalus dan segala macamnyalah. Karena itu, kami stay dengan idealisme kami dan menyalurkan hobi juga.
Mago : Oke deh, Kak Dony dan Kak Boip. Terima kasih banyak, ya. Semoga komunitas indie Purwakarta bisa lebih berkembang lagi di masa mendatang.
Kak Dony : Amin!
Kak Boip : Terima kasih juga, Mago. :)



Beranda
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...