Wawancara: Dwiko Arief Prayogi, Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Purwakarta Periode 2013-2014

Wawancara: Dwiko Arief Prayogi,
Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Purwakarta Periode 2013-2014




Profil
Nama  : Dwiko Arief Prayogi
Kelas   : XI IPS 2

Halo, Mago Readers! Kemarin Mago sudah mewawancarai Kandidat Calon Ketua OSIS No. 4 yang sekarang sudah menjadi Wakil Ketua OSIS baru periode 2013/2014. Siapakah dia? Yup, tepat sekali! Dia adalah Kak Dwiko Arief. Yuk, kita simak hasil wawancaranya!

Mago:   "Assalamu’alaikum Kak Dwiko. Mago boleh minta waktunya sebentar untuk wawancara?"
Dwiko: "Wa’alaikumsalam, Mago. Boleh dong."

Mago:   "Langsung saja, ya. Kenapa Kak Dwiko bersedia dicalonkan menjadi Ketua OSIS?"
Dwiko: "Karena saya menganggap OSIS adalah tanggung jawab yang besar. Saya sudah dipercaya menjadi pemimpin untuk dijadikan sebagai Ketua OSIS oleh Ketua OSIS dan Pengurus OSIS sebelumnya jadi saya langsung menerimanya."

Mago:   "Apa saja persiapan atau usaha yang telah Kak Dwiko lakukan waktu itu agar terpilih menjadi Ketua OSIS?"
Dwiko: "Tentu saya memiliki persiapan seperti membuat visi misi, melakukan kerja sama dengan teman-teman saya yang lain, selain itu saya juga meminta dukungan dari berbagai pihak tertentu yang ada di SMAN 1 Purwakarta."

Mago: "Kemarin kan sudah dilakukan penghitungan suara, bagaimana perasaan Kak Dwiko saat tidak terpilih menjadi Ketua OSIS tetapi justru terpilih menjadi seorang wakil?"
Dwiko: "Saya menganggap itu bukanlah suatu hal yang bersifat kompetisi. Karena, kita memiliki satu tujuan yang sama untuk memajukan SMAN 1 Purwakarta. Jadi, saya sama sekali tidak kecewa. Karena, kita mempunyai visi dan misi yang sama yaitu untuk memajukan SMAN 1 Purwakarta untuk menjadi lebih baik lagi."

Mago:   "Kesamaan visi dan misi memang sangat diperlukan ya, Kak. Lalu, apa hal pertama yang Kak Dwiko lakukan setelah terpilih menjadi Wakil Ketua OSIS?"
Dwiko: "Tentu saya melakukan riset-riset tertentu seperti menanyakan apa yang para anggota OSIS inginkan. Selain itu, saya pasti ingin membenarkan apa yang sebelumnya telah terlewatkan atau mungkin salah. Jadi, saya bisa memperbaiki lagi dari Pengurus OSIS sebelumnya."

Mago:   "Sebagai seorang wakil, Kak Dwiko akan menunggu untuk disuruh membantu atau berinisiatif sendiri?"
Dwiko: "Ada waktunya saya untuk berinisiatif dan ada waktunya bagi saya mendapatkan tuntutan untuk melakukan sesuatu yang memang harus dilakukan."

Mago:   "Berarti memang harus bisa memperhitungkan situasi dan kondisi, ya, Kak. Kemudian, apa yang ingin Kak Dwiko ubah dari SMANSA?"
Dwiko: "SMANSA itu sudah bagus. Tapi, mungkin dari para anggota OSIS-nya agar menjadi lebih aktif, kreatif, bertanggung jawab, disiplin, dan menambah jiwa sportifitas yang tinggi."

Mago:   "Pengurus OSIS periode kemarin kan sepertinya tidak mengadakan banyak event baru, apakah Pengurus OSIS periode ini akan mengadakan banyak event baru?"
Dwiko: "Saya selalu berusaha untuk melakukan itu, semoga semuanya akan terealisasikan. Do’akan saja."

Mago:   "Oke, Mago pasti mendo’akan. Jadi, Pengurus OSIS itu kan sibuk, bagaimana cara Kakak membagi waktu antara urusan pribadi dan urusan organisasi?"
Dwiko: "Yang paling utama itu urusan pribadi, saya harus bisa mengaturnya. Sedangkan keorganisasian itu memang suatu keharusan, saya setiap hari sekolah dan pasti bisa mengaturnya."

Mago:   "Di dunia atau di Indonesia ini kan ada banyak pemimpin yang dinobatkan sebagai pemimpin terbaik, siapa contoh pemimpin yang Kak Dwiko jadikan sebagai acuan dalam masa kepemimpinan Kak?"
Dwiko: "Pedoman hidup saya untuk menjadi pemimpin adalah B.J. Habibie. Karena, dia adalah seseorang yang penuh dengan tanggung jawab, memiliki tujuan yang pasti, teguh dengan pendiriannya, dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain."

Mago:   "Menurut Kak Dwiko, lebih baik pemimpin yang berkualitas tapi tidak berkharisma, atau berkharisma tapi tidak berkualitas?"
Dwiko: "Itu semua pilihan yang sulit. Tapi, yang paling utama itu adalah berkualitas. Berkharisma itu tidak terlalu penting."

Mago:   "Dari sekian banyak tipe kepemimpinan, menurut Kak Dwiko diri Kakak sendiri termasuk tipe yang mana?"
Dwiko: "Tipe Demokratis. Karena, saya selalu mengedepankan musyawarah. Jadi, ketika saya sudah memiliki suatu keputusan, saya akan memusyawarahkan keputusan tersebut terlebih dahulu."

Mago:   "Apa yang akan membedakan Pengurus OSIS tahun ini dengan Pengurus OSIS periode kemarin atau bahkan beberapa periode sebelumnya?"
Dwiko: "Tentu kami memiliki beberapa inovasi baru. Karena di periode ini, SMANSA memiliki sebuah beban yang berhubungan dengan dana yang kurang memadai. Semoga kami bisa memperbaiki bahkan memiliki inovasi baru untuk memecahkan masalah yang ada di SMAN 1 Purwakarta."

Mago:   "Semoga berhasil ya, Kak. Mago do'akan! Dan, pemimpin seperti apa sih yang Kak Dwiko harapkan?"
Dwiko: "Saya selalu mengharapkan seorang pemimpin yang bisa mengerti bawahannya, dapat dicontoh, dan orang tersebut dapat kita jadikan sebagai pedoman hidup supaya kita bisa ikut menjadi pribadi yang dapat dicontoh oleh orang lain."

Mago:   "Sebagai Wakil Ketua OSIS, bagaimana cara Kak Dwiko menjalankan tanggung jawab Kakak?"
Dwiko: "Tentu itu merupakan tanggung jawab yang lumayan besar. Jadi, saya selalu mencoba untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik dan saya pasti melakukan yang terbaik."

Mago:   "Oke, terima kasih banyak atas waktunya. Sukses selalu!"
Dwiko:  "Oke. Sama-sama, Mago."

            Nah itu dia hasil wawancara Mago dengan Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Purwakarta yang baru. Mantap-mantap, kan, jawabannya? Semoga Kak Dwiko dan para pengurus OSIS periode baru bisa menjadikan SMANSA lebih baik lagi, ya! Salam hangat dari Mago untuk para pembaca sekalian. :D





*Wawancara oleh: Lia Elita, Tim Redaksi Mago Magazine (@LiaElro on Twitter)
**Foto oleh: Qonita Rabbani, Tim Redaksi Mago Magazine (@QonitaRabbani on Twitter)
Beranda
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...