Reportase: Memperingati Isra Mi'raj 1435 H

Memperingati Isra Mi'raj 1435 H



Assalamu’alaikum Wr Wb, Mago Readers.

       Masih ingat acara memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW kemarin? Mago mau mengulas kembali acara tersebut. Simak ya, Mago Readers!

       Pada tanggal 26 Mei 2014, ekstrakulikuler Irema An-Nasyath SMANSA mengadakan acara Memperingati Isra Mi’raj dengan tema “Dari Kegelapan Menuju Kecerahan”. Tidak seperti biasanya, pada kesempatan ini acara dilaksanakan di Masjid Agung Purwakarta. Acara ini dihadiri oleh siswa-siswi kelas 10 & 11 SMAN 1 Purwakarta, serta Ibu/Bapak Guru.


MC Acara Memperingati Isra Mi'raj
       Jam 07.45 WIB, MC membuka acara. Kali ini MC-nya Kang Ali dan Kang Afif. Lalu mereka membacakan susunan acara. Yang pertama, adalah pembukaan dengan membaca basmallah. Kedua, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawahnya oleh Kang Asep dan Teh Qonita. Surat yang dibacakan adalah surat Al-Isra ayat 1-4. Selanjutnya ada pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW oleh Teh Citra dan kawan-kawan. Lalu, sambutan dari Kepala Sekolah. Dalam sambutannya, Pak Gaos menyampaikan supaya kita dapat melaksanakan sunah-sunah Rasul SAW dengan baik.


Teh Citra dkk membacakan sholawat Nabi Muhammad SAW

Bapak Kepala Sekolah sedang memberikan sambutan
       Setelah itu, sampailah ke acara inti, yaitu tausyiah. Kali ini panitia mengundang Ustadz Kamal untuk menyampaikan tausyiah. Dalam tausyiahnya, Ustadz Kamal menyampaikan bahwa dalam Al-Qur’an Allah menjelaskan tentang masalah sholat. Tepuk tangan dan bersiul adalah salah satu ungkapan syukur (sholatnya) orang-orang Yahudi. Naaah Mago Readers, ingat ya selaku umat muslim kita tidak boleh bertepuk tangan atau bersiul. Ustadz juga sempat bertanya kepada hadirin, “Lebih baik mana antara tidak pernah sholat dan tidak pernah korupsi, apa selalu sholat tapi selalu korupsi?”. Ada hadirin yang menjawab lebih baik tidak pernah sholat dan tidak pernah korupsi, ada juga yang menjawab selalu sholat tapi selalu korupsi. Hayoo, kira-kira jawaban yang benar yang mana Mago Readers? Ternyata menurut Ustadz Kamal, jawaban yang benar adalah “Selalu sholat tapi selalu korupsi”. Kenapa? Karena sholat merupakan sarana untuk merubah akhlak, dan orang yang sholat dijamin akhlaknya oleh Allah SWT. Jadi masih ada kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Selain itu, Ustadz menyampaikan bahwa dalam sholat ruku yang benar adalah diam sebentar baru membaca bacaan ruku. Ustadz juga menyampaikan tentang kenapa Allah mendirikan masjid. Terakhir, Ustadz mengajak kita untuk bermusahabah. Kita harus ingat pada kematian. Dan saat meninggal, tidak peduli siapapun orang itu, makam akan menghimpit manusia karena merupakan tugas dari Allah SWT. Setelah tausyiah, Ustadz memimpin do’a. Lalu acara ditutup oleh MC.


Para ikhwan sedang mendengarkan tausyiah
       Begitulah acara memperingati Isra Mi’raj kemarin. Semoga dengan diadakannya acara ini, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ketika Allah memberikan musibah, ingatlah itu supaya kita kembali kepada Allah SWT. Percayalah Allah pasti memberikan rahmatnya bagi kita semua, aamiin!

Wassalamu’alaikum Wr Wb, Mago Readers.


*Reportase ditulis oleh Lia Elita R, Tim Redaksi Mago Magazine
Beranda
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...