Hari Buku Nasional dan Kegemaran Membaca Tokoh Besar Indonesia


Momentum peresmian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tanggal 17 Mei 1980, sekaligus dijadikan Hari Peringatan Buku Nasional atas masukan masyarakat pecinta buku pada saat itu. Penetapan Hari Buku Nasional diharapkan mampu memacu semangat membaca bagi masyarakat Indonesia khususnya.

Berdasarkan survei United States Agency for International Development, rata - rata anak di Indonesia bisa membaca dan memahami gambar pada kelas satu Sekolah Dasar. Hal ini tidak menunjukkan tingginya angka minat baca di Indonesia, berbeda dengan negara lain seperti Jepang misalnya. Mirisnya, dari 1000 orang di Indonesia, berdasarkan penelitian oleh UNESCO hanya terdapat 1 orang yang memiliki ketertarikan terhadap buku. Rendahnya minat baca di Indonesia, dapat berpengaruh terhadap kualitas SDM nantinya.

Minat baca individu memcerminkan sikap ingin terus belajar, hal ini dikarenakan melalui proses membaca setiap individu dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan baru serta mempertajam pemikiran. Bagaimana dengan minat baca tokoh-tokoh besar di Indonesia?

1. Soekarno
Melalui buku-buku yang dibacanya, Soekarno banyak belajar dan menerapkan apa - apa yang ia baca. Banyak tokoh hebat beliau "temui" melalui bacaan seperti halnya Thomas Jefferson (penulis Declaration of Independence), George Washington (Presiden Amerikat Serikat Pertama), Paul Reverve, Gladstone, Sidney and Beatrice Webb, yang mendirikan Gerakan Buruh Inggris, Mazzini Cavour, Garibaldi, Karl Marx (Nabi Kaum Proletar), Frederich Engels, Lenin, Jean Jacques Rousseau, Aristide Briand dan Jean Jaures ahli pidato terbesar dalam sejarah Perancis. Buah pemikiran yang ia dapatkan melalui banyaknya buku bacaan lah yang mengantarkan beliau menjadi seorang nasionalis.

2. Bung Hatta
Bung Hatta merupakan seorang pecinta buku sejak muda, kecintaan beliau terhadap buku - buku ekonomi, kajian islam, sejarah, hubungan internasional, biografi dan sosial, berhasil membentuk karakteristik dalam menghadirkan organisasi perjuangan dan perlawanan intelektual terhadap rezim penindas. Menariknya selain membaca Bung Hatta juga menulis beberapa buku, bukunya secara tidak langsung mempengaruhi terwujudkan Sumpah Pemuda, karena pemuda pada saat itu menjadikan karya nya sebagai referensi dalam mewujudkan persatuan.

referensi:
http://bpad.bantenprov.go.id/read/berita/95/Mempopulerkan-Hari-Buku-Nasional.html#.Vxx2QeSr_IU
http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2014/06/20/23688/anak-indonesia-hadapi-tantangan-berat-bangun-budaya-membaca.html
http://imperiumindonesia.blogspot.co.id/2007/08/if-i-have-been-able-to-see-further-it.html
https://www.academia.edu/2241709/Menggali_Roh_Membaca_dari_Bung_Hatta 

artikel : Fardiah Qonita
poster : Indri Septiani
Beranda
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...